Apalah arti sebuah nama, mungkin ini ungkapan yang tepat bagi komunitas mobil Daihatsu Taruna Jogja Jateng (DTJJ). Tidak menunjukan arti apa-apa tapi penuh makna. Itulah yang diharapkan oleh para pendiri ketika mencetuskan nama DTJJ. Komunitas ini sudah ada sejak 2014 lalu. Tidak ada artian spesifik penggunaannya. Pada dasarnya DTJJ adalah tempat menjalin silaturahmi dalam wadah komunitas mobil taruna di Jogja Jateng.
Semula diawali dengan berkumpulnya 6 orang diawal bulan Mei 2014 mereka berkumpul untuk sharing dan berkeluh kesah dengan mobil tarunanya. Sampai akhirnya mereka membuka jalan untuk mendirikan atau mencetuskan sebuah komunitas yang tujuannya untuk saling bertukar pikiran tentang kondisi mobil taruna, merekalah yang memprakarsai lahirnya DTJJ (001 tyono, 002 Uud Darulhuda, 003 Rundra, 004 Marhendra, 005 Asep Bahtiar, 026 Danam).
Nama DTJJ yang simpel dan merajuk pada slogannya “Ngumpul Ngraketake Paseduluran” mempunyai makna luar biasa bagi mereka, yakni mereka tak cuma sekadar komunitas namun juga menyatu sebagai satu keluarga.Seiring banyaknya anggota yang bergabung, atas kesepakatan dari beberapa anggota dan para founder/pendiri, bertempat di kawasan wisata Kampung Kopi Banaran wilayah Jawa Tengah tepat pada tanggal 22 Juni 2014 DTJJ yang lingkup anggotanya tersebar di Jogja dan Jawa Tengah terikrar diresmikan dengan beberapa anggota yang tergabung.
Anggota komunitas DTJJ ini tidak membatasi usia, anggotanya bisa dari kalangan pelajar, mahasiswa, pengangguran, orang bengkel, kantoran, pensiunan dan kalangan lainnya. Yang terpenting adalah Makna slogan “Ngumpul Ngraketake Paseduluran” berharap dapat dijunjung tinggi oleh anggotta komunitas ini dalam merekatkan tali kekerabatan dan persaudaraan antar anggota, sehingga bisa memegang komitmen yang telah dibangun agar bisa menjadi komunitas yang bisa menambahkan saudara.
Pada awal nya, Kopdar dadakan di parkiran XT Square Jogja hari sabtu tanggal 10 Mei 2014 jam 19.00 WIB, yang dihadiri, Om U’ud, Om Rundra, Om Tiyono, Om Asep Bachtiar, Om Danam, Om Dion dan Om Marhendra merupakan kopdar biasa, karena ada kepentingan lain kemudian om Dion pulang terlebih dahulu.
Kopdar dilanjutkan di dalam area kuliner XT Square hingga pukul 22.00 WIB. Kemudian Om U’ud, Om Rundra, Om Tiyono, Om Asep Bachtiar, Om Danam dan Om Marhendra melakukan pembahasan yang melahirkan gagasan untuk wilayah jogja dan jateng, membentuk suatu komunitas D-Taruna’s sendiri, agar silaturahmi, persaudaran dan pertemanan diantara penunggang Daihatsu Taruna wilayah Jogja dan Jateng menjadi lebih terjangkau dan bisa maksimal dalam hal silaturahmi, baksos, gathering, kemanusiaan , maka pada saat itu keenam orang tersebut sepakat untuk mengangkat dan mewadahi para pengguna Taruna dalam wadah komunitas dengan nama “DTJJ” DAIHATSU TARUNA JOGJA JATENG.
